Fatamorgana Tanah Pusaka

Fatamorgana Tanah Pusaka

Penulis: Hawari Anshorulloh

Tanggal: December 23, 2025

Halaman: Puisi

Fatamorgana Tanah Pusaka

sebuah puisi dalam bahasa Indonesia berbicara tentang tema-tema seperti tanah air, bimbingan dari "Panji-Panji Kemualiaan" dan "Pilar-pilar Keadilan", yang mungkin merujuk pada simbol-simbol kebangsaan atau nilai-nilai Indonesia seperti Pancasila dan NU

Dalam doaku yang terpencil

masihkah cukup menenangkan luka?

Dalam tanah air yang mulai terasa asing

aku gemetar,

mendengar sumpah serapah menggeras

dijual dalam kantong fatamorgana

Terlihat ladang bumi pertiwi

merunduk di bawah topeng-topeng tirani

batangnya patah remuk,

terinjak Sepatu malapetaka

langitnya menghintam

tercemar racun napas-napas propaganda

Di tengah resah yang membentang

hadirmu menggenggam warisan rahmah

dengan derai-derai cucuran darah

mengibaskan debu di persimpangan sunyi

menyeret narasi-narasi radikal dengan belaian

Mengapa darah kiai mengering di tanah pusaka

lantas kitab-kitab kuning tertukar suara bising

Mengapa surau membisu, dengan doa yang dipenjara sunyi

hanya terdengar kasak-kusuk disela sajadah yang tak lagi basah

Sebuah negeri yang mulai kehilangan suaranya,

sementara mimbar-mimbar dipaksa jadi panggung tipu daya

terkoyak oleh langkah-langkah patah,

menangis mencari ibu yang tak lagi pulang

Untukmu Panji-Panji Kemualiaan

bimbing kami melintasi aspal panas ini

Tanpa gema tahlilan

akan selusuh apa bangsa ini?

akankah terculik oleh siluet berjas legam

Tidaklah Pilar-pilar Keadilan masih ada

dan bukan hanya sekadar tasbih berayun

engkau karang di tebing sejarah

yang menentang gelombang angkara

mengibaskan bendera pelaga

dalam teduh aswaja

merajut luka Indonesia

Kategori: Karya

Tags: None