Jejaring Gema Mantra

Jejaring Gema Mantra

Penulis: Hawari Anshorullah

Tanggal: January 11, 2026

Halaman: Puisi

Jejaring Gema Mantra

gema mantra sebuat karya otentik dari siswa

Deretan angka merupa alat menyambung,

jarak bertegur sapa tanpa tatap mata.

Teknologi menjelma mantra,

menyulap bising gelap dalam genggam,

antara fakta dan dusta tipis pembeda.

Tuhan menggigil

Melihat jemari terbata

membungkus fitnah dalam pita sarkas

Sementara, kau tertawa begitu riang,

mengenyam citra dalam bayang-bayang maya

Mulut terkunci minim diksi,

jemari berdansa menari menerkam tulang.

Dosa bersembunyi dalam serpihan semu

sementara sulaman hoaks kau angkat jadi kebenaran,

seolah Tuhan absen dari notif kemurkaan

Hijab pun terbuka, algoritma jadi lautan,

peselancar tergiring ombak penuh muslihat.

Retakan jiwa menjelma tirai pertunjukkan,

ajal tergelincir dalam putaran layar tak henti,

tergerus perlahan menghilang dalam arus tenggelam

Tidakkah kau tahu?

Dosa kini dieluh-eluhkan bagai raja,

luka dipajang jadi tontonan murahan,

kematian diputar ulang bagai dagelan usang,

dan kau masih sangkal "ini hanya hiburan"

Kau cakar langit dengan jemari angkuh,

Kata-kata mengonggong di balik selubung wajah,

lirih batin merintih, membusuk di tembok gema,

segenggam kain tak mampu menutup langit,

karena segala desah dan jerit tertulis di sana.

Kupatahkan belenggu rantai tak berkesudahan,

kupelintir semesta hanya dengan jentikan

Biarkan hati menari dalam hening

tak setiap luka menuntut gema

kadang diam menahan rahasia tak terucap

Kategori: Karya

Tags: None