PENILAIAN PENDIDIKAN INDONESIA

Pendidikan mempunyai peranan yang sangat strategis dalam percaturan hidup suatu bangsa. Melalui Pendidikan, suatu bangsa bisa menatap masa depanya, “ Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah” dengan bangsa-bangsa lain. Dengan SDM berkualitas, suatu bangsa bisa berbicara banyak dalam percaturan global. Kualitas bangsa itu hanya diperoleh melalui pendidikan yang kualitas.

Sejarah telah membuktikan lebih dari setengah abad Indonesia merdeka, belum ada ’Political will’ para pengambil kebijakan di negeri ini yang menempatkan pembangunan pendidikan sebagai primadona pembangunan. Paling-paling hanya sebatas lips servis penguasa. Undang- Undang Dasar 1945 yang telah diamandemen mengatakan anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN dan APBD Provinsi dan kabupaten/Kota, seperti dapat dilihat pada UU dasar 1945 pasal 31 ( 4 ) perubahan keempat “ Negara memperioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja Negara serta anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggara pendidikan nasional.

Pendidikan menempatkan salah satu tolak ukur kualitas sumber daya masyaratakat ( SDM ), oleh karena itu transisi desentralisasi pendidikan harus mempunyai landasan dasar yang kuat, demokrasi dan transpran karena dari hal itu biar menentukan arah pendidikan nasional di masa mendatang. Polemic tentang system pendidikan nasional menghangat ketika pemerintah merancang Undang-Undang sitem pendidikan Nasional yang dikenal dengan UU Sisdiknas.

Salah satu amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sitem Pendidikan Nasional, yang memiliki visi terwujudnya system pendidikan sebagai pranata social yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.

Pada dasarnya pendidikan sangat diperlukan setiap manusia, karena dengan pendidikan manusia dapat menggali,memanfaatkan serta mengembaqngkan potensi dirinya sendiri melalui proses atau tahapan-tahapan pembelajaran, baik dari pendidikan formal maupun pendidikan non formal.

Menurut ajaran Islam menuntut ilmu atau belajar merupakan kewajiban atau fardhu ain bukan fardhu kifayah bagi setiap umat islam. Mecari ilmu tidak ada batasanya. Hal itu sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang artinya Menuntut ilmu fardhu bagi umat Islam baik laki-laki maupun perempuan dan tuntutlah ilmu itu sejak kamu lahir sampai ke liang lahat.

Salah satu misi agama Islam adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Dengan misi itu manusia diharapkan menjadi makhluk yang bermoral, yakni makhluk yang bertanggung jawab sepenuhnya atas segala perbuatan yang dipilihnya dengan sadar, yamg saleh maupun yang jahat. Akhlak Al-Karimah yang dijarkan dalam Islam merupakan orientasi yang harus dipegang oleh setiap muslim. Seseorang yang hendak memperoleh kebahagiaan sejati.

Pembinaan akhlak sangat terkait kepada dua unsure subtansial dalam diri manusia yaitu jiwa dan jasmani dengan budi pekerti yang baik, berarti juga mengisi perilaku dan tindakan mulia yang dapat dimanifestasikan oleh jasmani atau degan kata lain, budi pekerti yang dapat di dalam jiwa turut mempengaruhi keutamaan pribadi seorang. Oleh karena itu, akhlak harus dijadikan sebagai orientasi hidup setiap masa dan waktu. Letak pentingnya akhlak dapat dilihat dalam firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang artinya.

Sesungguhnya telah ada pada ( diri ) Rosululloh itu suri tauladan yang baik bagimu yaitu ( bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. ( QS. Al- Ahzab : 21 )

Para pendiri Negara Indonesia, The Faunding Father sangat menyadari petingnya pembinaan Akhlak. Hal ini dapat diihat dalam lagu Indonesia Raya “ bangunlah Jiwanya, Bangunlah badanya”, diamana hal tersebut menunjukan bahwa pembinaan jiwa ( Akhlak ) lebih didahulukan daripada pembinaan fisik.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Meski Minim Persiapan, MA Amtsilati Bangsri Panen Prestasi

Oleh : Ahmad Abdul Wahab, S.Pd.   Prestasi menjanjikan ditorehkan MA Amtsilati Bangsri pada Pekan Olahraga dan Seni Maarif (Porsema) XII tingkat MA/SMK/SMA Kabupaten Jepara pada

19/11/2022 14:42 - Oleh Administrator - Dilihat 189 kali
Urgensi Madrasah Mualaf

  Oleh : Ahmad Abdul Wahab, S.Pd.   Hidayah itu sangat mahal harganya. Bahkan bisa dikatakan tidak ternilai. Sebab, hidayah adalah ranah Ilahi. Termasuk untuk para mualaf yait

04/01/2022 21:00 - Oleh Administrator - Dilihat 514 kali
Peran Bahasa Indonesia dalam Pendidikan

Bahasa merupakan suatu alat komunikasi yang dimiliki oleh manusia untuk melakukan interaksi dengan lawan tutur. Bahasa juga dapat dijadikan sebagai identitas seseorang di setiap daerah

19/09/2021 19:55 - Oleh Administrator - Dilihat 14769 kali
Ziarah Kubur, Salah satu Amaliah Aswaja yang dituduh Bid'ah

AMALIAH ASWAJA YANG DITUDUH BID’AH Oleh : Ahmad Afandi   Sebagai warga Nahdliyyin, kita pasti tidak asing dengan kata ziarah kubur. Baik ziarah ke makam orang tua, kerabat, s

12/09/2021 14:39 - Oleh Administrator - Dilihat 2298 kali
Pentingnya Pembelajaran SKI

SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) merupakan salah satu mata pelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam) yang diajarkan di madrasah, baik dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah, tsanawiyah maupun Aliy

09/09/2021 21:20 - Oleh Administrator - Dilihat 8842 kali
Jadwal ANBK 2021

05/09/2021 14:40 - Oleh Administrator - Dilihat 440 kali
Apa Itu Asesmen Nasional ?

Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasi

05/09/2021 14:33 - Oleh Administrator - Dilihat 416 kali