Ahmad Abdul Wahab, S.Pd.
( Guru MA Amtsilati )
Profesi guru masih menjadi magnet tersendiri untuk kebanyakan orang. Hal ini dibuktikan dengan tingginya minat calon guru via fakultas keguruan diberbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Disadari atau tidak bahwa guru adalah implementasi tujuan nasional dalam alinea keempat pembukaan UUD 1945 yaitu ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Selaras dengan pernyataan tersebut, BK Guru MA Amtsilati, Ustadz Misbachul Kholisin, S.Pd., M.Pd. mengatakan bahwa profesi guru adalah salah satu cara meneladani dan meneruskan perjuangan Rasulullah SAW.
"Salah satu tugas yang diemban Rasullullah SAW adalah membangun sebuah peradaban. Salah satu kekuatan untuk membangun peradaban tersebut ada di sektor pendidikan. Oleh karena itu, guru merupakan pilar penting di dalamnya tanpa terkecuali," ujarnya dalam perayaan Maulid Rasul baru-baru ini.
Ustadz Misbach menyampaikan pandangan kritis tetang kondisi profesi keguruan akhir-akhir ini.
Ia menyerukan agar para guru tetap semangat dalam menyampaikan ilmu meskipun kesejahteraan guru masih menjadi persoalan pelik hingga saat ini.
"حُفَّتِالْجَنَّةُبِالْمَكَارِهِ
Barangkali profesi ini tidak profitabel. Mungkin secara materi tidak memuaskan namun perlu diingat bahwa surga itu dikelilingi hal-hal yang sifatnya kurang memuaskan," jelasnya.
“Sebaliknya biasanya neraka itu identik dengan hal negatif.
وَحُفَّتِالنَّارُبِالشَّهَوَات
Atmosfernya adalah sesuatu yang memuaskan. “Andai kata memang dalam perjalanannya profesi kita memang ternyata tidak memuaskan secara materil. Maka perlu diingat bahwa semua ini bagian daripada perjalanan ke surga." pungkasnya