JEPARA – Menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027, MA Amtsilati Bangsri Jepara bergerak cepat melakukan persiapan matang guna meningkatkan mutu pendidikan. Langkah awal yang dimulai pada 12/7 ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi Awal Tahun Ajaran dan Pembagian Tugas yang dihadiri oleh seluruh jajaran pendidik serta tenaga kependidikan di lingkungan madrasah. Rapat strategis ini menjadi momentum penting untuk menyamakan visi, mengevaluasi capaian pembelajaran di tahun ajaran kemarin, dan merancang lompatan inovasi ke depan.
Jalannya rapat yang berlangsung khidmat ini dipandu secara dinamis oleh Waka Kesiswaan, Bapak Aftina Fie Nurik, S.Pd., M.Pd., yang bertindak sebagai moderator. Di bawah kendali beliau, dinamika diskusi antarlini berlangsung tertib, interaktif, dan terarah sejak awal hingga akhir acara. Pertemuan pun dibuka dengan evaluasi singkat mengenai capaian madrasah pada tahun ajaran sebelumnya. Catatan evaluasi tersebut dijadikan sebagai pijakan fundamental untuk memperbaiki kualitas layanan pendidikan.
Kepala MA Amtsilati Bangsri, Bapak Najib Habibi, S.Pd., M.Pd., dalam arahan utamanya menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Beliau menegaskan bahwa arah pendidikan madrasah saat ini harus berpusat pada kenyamanan dan perkembangan karakter murid.
"Tahun ajaran baru ini bukan sekadar rutinitas kalender, melainkan momentum bagi kita untuk menegaskan kembali komitmen mewujudkan pembelajaran yang ramah anak. Melalui penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka, kita wajib menciptakan ruang belajar yang demokratis dan inklusif, di mana setiap keunikan murid dihargai. Guru tidak lagi sekadar mengajar, melainkan menjadi fasilitator yang menginspirasi," ujar Bapak Najib Habibi di hadapan seluruh peserta rapat.
Arahan Kepala Madrasah tersebut kemudian dijabarkan secara teknis dalam pemaparan materi inti rapat. Waka Kurikulum, Ibu Marlia Devi Roihanah, S.Pd, hadir menyampaikan secara mendetail mengenai proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang akan berlangsung sepanjang tahun ajaran baru. Dalam penjelasannya, beliau merinci struktur kurikulum, pemetaan jam mengajar, serta strategi pedagogis yang siap diterapkan demi memastikan proses transfer ilmu berjalan optimal.
Sejalan dengan arahan tersebut, agenda utama rapat dilanjutkan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pembagian Tugas Mengajar dan Tugas Tambahan bagi para pendidik. Pembagian ini mencakup penugasan Guru Mata Pelajaran, Wali Kelas, Kepala Laboratorium, Pembina Ekstrakurikuler, dan tugas tambahan penting lainnya. Langkah administrasi ini krusial dilakukan agar seluruh lini instruksional dapat langsung bergerak secara terstruktur sejak hari pertama sekolah.
Komitmen madrasah terhadap kenyamanan santri semakin diperkuat oleh pemaparan dari Bapak Matrikan, S. Sos., selaku perwakilan Guru Bimbingan Konseling (BK). Beliau secara khusus menekankan pada penerapan lingkungan sekolah yang ramah anak secara nyata, baik di dalam maupun di luar kelas. Melalui pendekatan BK yang humanis, pencegahan perundungan, psikologi perkembangan remaja, dan pengawalan karakter murid akan menjadi prioritas demi memastikan MA Amtsilati menjadi rumah kedua yang aman bagi semua.
Selain pembagian tugas, forum ini juga menyosialisasikan Kalender Akademik 2026/2027 yang mencakup pengaturan hari efektif belajar dan penyesuaian jam masuk serta pulang sekolah yang baru. Salah satu agenda terdekat yang dibahas secara detail adalah kesiapan pelaksanaan MATA MUDA (Masa Ta'aruf Murid Madrasah). Program orientasi ini dirancang secara humanis sebagai gerbang awal untuk mengenalkan kultur pesantren dan madrasah kepada para murid baru tanpa tekanan, melainkan dengan kegembiraan.
Di sisi lain, MA Amtsilati juga tengah bersiap menghadapi agenda besar kelembagaan, yaitu persiapan akreditasi madrasah. Seluruh komponen pendidik dan tenaga kependidikan diimbau untuk tertib administrasi dan bersinergi melengkapi dokumen mutu yang diperlukan.
Sebagai jawaban atas tantangan akreditasi dan modernisasi pendidikan tersebut, dilakukan pula pendalaman serta pembaruan proses belajar mengajar berbasis teknologi. Mulai tahun ajaran ini, seluruh aktivitas akademik dan administrasi kelas akan diintegrasikan melalui aplikasi terpadu milik madrasah, yaitu AD-DIKRI (Administrasi Digital Kemadrasahan Terintegrasi).

Pemanfaatan aplikasi AD-DIKRI ini diharapkan mampu memangkas birokrasi administratif pendidik, sehingga para pendidik memiliki waktu lebih banyak untuk fokus mengembangkan inovasi metode mengajar di kelas. Dengan integrasi sistem digital yang kuat dan pondasi nilai ramah anak yang kokoh, MA Amtsilati Bangsri siap menyambut para murid di Tahun Ajaran 2026/2027 dengan optimisme tinggi demi melahirkan generasi yang unggul, berakhlak mulia, tanggap teknologi, dan menerapkan nilai luhur pesantren dalam kehidupan.
Penulis, editor, dan fotografer;
Tim Media MA Amtsilati