Sebuah panggung megah menyambut para tamu yang hadir di Gedung Al Mubarok, Sabtu malam (23/5/2026). Sorot lighting berwarna biru, putih, dan kemerah-merahan memancar dari atas panggung yang berukiran emas. Cahaya lampu menembus sudut ruangan, membaur dengan riuh tepuk tangan dan wajah-wajah terkesima.

Gambar 1. Foto guru dan staff karyawan MA Amtsilati
Dari atas panggung, lantunan sholawat mulai menggema. Tujuh vokalis santriwati membawakan pujian dengan suara yang saling berpadu harmonis. Alunan bunyi alat musik rebana dari para pengiring menyelaraskan suasana menjadi syahdu.
“Subhanallah… Subhanallah… Subhanallah…" Begitulah lafadz yang berkumandang sekaligus gambaran atas apa yang telah disuguhkan.
Malam itu bukan sekadar acara perpisahan, melainkan penanda berakhirnya perjalanan panjang siswa kelas XII MA Amtsilati yang juga menjadi angkatan kedua belas.
Perpisahan dan pelepasan siswa kelas XII tersebut digelar selama dua hari berturut-turut, yakni pada 23–24 Mei 2026. Angkatan ini menamai diri mereka “Madhasva Atma Niyama Na Pravaha”, sebuah nama yang diambil dari bahasa Sanskerta.
Madhasva berasal dari dua kata, yakni Madhya yang berarti keseimbangan, kebijaksanaan, dan harmoni hidup, serta Dvadasa yang melambangkan proses pertumbuhan menuju kedewasaan dan kesempurnaan siklus. Sementara itu, Atma Niyama Na Pravaha bermakna pengendalian diri dan keteguhan prinsip tanpa sekadar mengikuti arus.
Pada Ahad malam (24/5/2026) pukul 19.30 WIB, suasana acara kembali berlangsung meriah sekaligus penuh haru. Kegiatan yang dihadiri guru, siswa, serta tamu undangan itu menghadirkan berbagai penampilan seni yang memeriahkan acara dari awal hingga akhir.
Seperti malam sebelumnya, pembukaan acara diawali dengan lighting show yang dipadukan dengan musik yang tak kalah spektakuler.
Penancapan logo Madhasva yang berbentuk Garuda di atas panggung utama semakin menyulut tepuk tangan meriah para hadirin.
Acara kemudian dipandu oleh Rafa Ilmi dan Hawari Nasrulloh yang berhasil membawakan suasana menjadi hangat dan hidup dengan gaya santai namun tetap formal.
Seluruh peserta kemudian bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Amtsilati yang berjudul "Sang Penuntun" dengan penuh khidmat. Suasana emosional semakin terasa ketika Mahesa Syauqon Naja membacakan puisi bertema perjuangan murid dan jasa guru yang mendapat apresiasi hangat dari para penonton.
Berbagai penampilan seni turut memeriahkan malam perpisahan tersebut, mulai dari vokal, orjen, gambusan, hingga dance semaphore. Beberapa siswa juga membawakan lagu-lagu perpisahan yang membuat suasana semakin haru.
Kepala MA Amtsilati, Bapak Najib Habibi, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh siswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan mereka.
“Selamat kepada seluruh wisudawan yang telah lulus. Terima kasih kepada para guru yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan dedikasinya hingga siswa bisa berada di titik ini,” ujarnya.
Kepala Madrasah juga mengapresiasi kreativitas angkatan Madhasva dalam menyelenggarakan acara secara mandiri dan megah.

Gambar 2. Foto sambutan Kepala MA Amtsilati
“Kalian hebat bisa membuat panggung semewah ini dengan kreativitas sendiri. Inilah generasi emas di era media sosial,” tambahnya.
Dalam sesi pesan dan kesan, para guru menyampaikan motivasi kepada siswa agar terus berprestasi serta menjaga nama baik madrasah di mana pun berada. Pesan-pesan tersebut disambut antusias sekaligus haru oleh para siswa.
Selain hiburan, acara pelepasan tersebut juga memberikan penghargaan bertajuk “MADHASVA HONORS” kepada guru dan siswa dalam berbagai kategori, seperti Guru Terfavorit, Guru Teladan, Guru Terkece, Siswa Teladan, Siswa Terkece, hingga Siswa Terbaik. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasi selama berada di lingkungan madrasah.


Gambar 3 dan 4. Foto Lulusan Madhasva dan guru serta staff karyawan MA Amtsilati
Acara perpisahan akhirnya ditutup dengan penampilan lagu penutup yang dibawakan siswa Madhasva, kemudian dilanjutkan sesi foto bersama antara guru dan siswa. Malam itu menjadi penanda berakhirnya masa putih abu-abu mereka di MA Amtsilati, sekaligus awal perjalanan baru menuju masa depan yang lebih luas.
Penulis: Naoval Aulia Faqih (X-5), Daffiyana Ar Rasyid (X-5), Ahmad Safarudin (X-5), M. Khafidh (X-1)
Editor : Tim Media MA Amtsilati